WartaZiarah

Ziarah Touring, Penyemangat dalam Berorganisasi

Oleh: Septy Aisah

SANTRIBATANG.COM, BATANG– Keluarga Nahdlatul Ulama’ Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, galakkan kegiatan Ziarah Touring di seluruh makam di Desa Sidorejo; Makam Syech Tholabudin Masin, dan Makam Sapuro Pekalongan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (7/03/19).

Sebelumnya, kegiatan ini dilakukan rutin tiga bulan sekali dengan tujuan merekatkan silaturahmi serta mendapat ridha dari Allah SWT, meningkatkan kecintaan terhadap pejuang NU terdahulu, dan itu merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-menurun.

Dihadiri oleh  Keluarga Nahdlatul Ulama’ Desa Sidorejo dan sebagian dari Pimpinan Anak Cabang NU Kecamatan Warungasem. Kegiatan Ziarah Touring berjalan sukses dan lancar, terlihat dari IPNU-IPPNU maupun GP Ansor-Banser senang dan antusias melaksanakan kegiatan tersebut sebagai generasi nahdlatul ulama’.

Ubaidillah (45), Wakil ketua tanfidz NU desa Sidorejo, menceritakan sejarah singkat NU versi Habib Luthfi bin Yahya di depan makam Habib Hasyim bin Umar bin Thoha bin Hasan bin Yahya, “tokoh penting berdirinya jam’iyah Nahdlatul Ulama. Pada awalnya Mbah Kyai Hasyim Asy’ari datang ke tempatnya Mbah Kyai Yasin, Kyai Sanusi ikut serta pada waktu itu dan diiringi oleh Kyai Asnawi Kudus kemudian diantar ke Pekalongan. Bersama Kyai Irfan datang ke kediamannya Habib Hasyim.” Tuturnya, Wakil ketua tanfidz NU desa Sidorejo.

“Kyai Hasyim Asy’ari, silahkan laksanakan niatmu kalau mau membentuk wadah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Saya rela, tapi tolong saya jangan ditulis.” Begitu wasiat Habib Hasyim kepada Kyai Hasyim Asy’ari. Kyai Hasyim Asy’ari merasa lega, kemudian menuju ke tempatnya Mbah Kyai Kholil Bangkalan.

“Laksanakan apa niatmu, saya ridha seperti ridhanya Habib Hasyim. Tapi saya juga minta tolong, nama saya jangan ditulis,” ucap Mbah Kyai Kholil Bangkalan.

Lantas Kyai Hasyim Asy’ari bertanya, “ Bagaimana Kyai, kok tidak mau ditulis semua?”

Mbah Kyai Kholilpun menjawab, “Kalau mau ditulis silahkan, tapi sedikit saja.”

Mempelajari masalalu adalah sebuah keharusan, terlebih bagi generasi muda. Sejarah dapat dijadikan ibrah dan marajiul hayat (parameter kehidupan) hari ini dan masa yang akan datang.” Imbuhnya, Wakil ketua tanfidz NU desa Sidorejo.

( Foto : makan siang di salah satu rumah makan terdekat setealah ziarah tauring )
( Foto : makan siang di salah satu rumah makan terdekat setealah ziarah tauring )

Selain itu, di sela – sela makan siang dan santai ketika ditemui oleh jurnalis santribatang.com Ifan Maulana (36), Ketua GP Ansor desa Sidorejo menyampaikan “pentingnya menghormati pembina dan orang yang lebih tua serta belajar kedisplinan dalam berorganisasi. Tidak hanya itu, kepemimpinan, rasa tanggung jawab, jiwa korsa juga penting dalam berorganisasi. Mengapa? Organisasi merupakan sekumpulan orang yang berjuang untuk kepentingan bersama, jika tidak adanya hal tersebut sudah pasti suatu organisasi tidak akan berjalan semestinya.” Ujarnya Ketua GP Ansor desa Sidorejo. (Rhm)

Tags

Admin Santri Batang

Santri Batang adalah lembaga non swadaya masyarakat yang didirikan oleh komunitas santri di Kabupaten Batang Jawa Tengah yang fokus di bidang kajian, pengajian, dan pemberdayaan santri, khususnya di wilayah Batang

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *